Jumat, 29 November 2013

Nasihat dari Dosen

 

Kalo mau bisnis itu yang penting kalian harus dekat dengan Allah. Karena siapa yang ngasih kita rezeki kalo bukan Allah? Jangan lupa shalatnya, buat yang laki-laki usahakan shalatnya di masjid. Tidur 4 jam itu cukup. Kalo tidur jam 9, jam 1 udah bangun. Shalat tahajud terus mengadu sama Allah. Di tengah sepinya malam itu kita minta supaya semua urusan kita hari itu dilancarkan.
(Dr Indah Yuliasih, STP, MSi)



Kurang lebih seperti itu nasihat yang beliau berikan kepada beberapa mahasiswa, termasuk saya pada hari jum’at 15/11/2013 di ruang sidang Teknologi Industri Pertanian seusai pertemuan mahasiswa technopreneur dan capstone. Sebenarnya lebih panjang yang beliau sampaikan, tetapi kalimat yang tertulis tersebut cukup untuk mewakili tema tulisanku kali ini. Selalu terngiang pesan dosen pembimbing skripsi saya itu agar tidak hanya kita sibuk dengan urusan dunia, tetapi juga harus disibukkan dengan urusan akhirat. Beliau Insyaallah sudah mencontohkannya, dan semoga itu tertular kepada kami anak bimbing dan mahasiswa/i-nya. Rabu, 27/11/2013 pun saya mendapat sms dari beliau yang tertulis,

Mohon maaf, pertemuan hr ini diundur ke hr jum’at pagi ya.. soalnya semalam sy selesai rapat di IPB jam 11 malam. Istirahat dulu. Tksh.

Melalui pesan tersebut beliau memberitahukan kepada saya dan 2 orang rekan saya yang lain bahwa bimbingan skripsi kami diundur menjadi hari jum’at. Tetapi bukan poin itu yang menjadi perhatian saya sejak pertama kali saya menerima pesan beliau. Rabu itu saya bangun sekitar pukul 03.30 pagi. Di tengah kesunyian itu hp saya pun berdering pada pukul 03.48 (waktu indosat), dan itu adalah sms dari dosen pembimbingku, Bu Indah. Yang terlintas setelah membaca pesan dari dosen saya itu adalah, “Baru beres rapat jam 11, itu sampe rumah belum tentu langsung tidur kayaknya, dan udah bangun lagi sebelum shubuh.. Subhanallah..”. Jadi malu kadang sama diri sendiri. Saya setidaknya sedikit tau tentang aktifitas beliau. Sekaliber beliau yang aktifitasnya segudang, baik itu amanah di rektorat, di departemen TIN, juga sebagai pebisnis, beliau masih menyempatkan diri untuk bangun malam dan mendirikan shalat tahajud. Sedangkan saya???

Memang kita harus selalu berusaha menyeimbangkan antara dunia dengan akhirat. Di tengah-tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia yang membutuhkan effort besar, diharuskan pula kita meningkatkan kualitas ibadah kita. Karena sebagai seorang muslim tentu kita meyakini bahwa Allah itu akan memudahkan segala urusan hamba-Nya yang senantiasa memperbaiki urusan akhiratnya.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(QS. Muhammad : 7)

Siapakah pertolongan yang paling diharapkan selain pertolongan dari Allah? Jika Allah mengatakan “jadi”, maka “jadilah” sesuatu itu. Jika Allah menghendaki urusan dunia kita mudah, tentu urusan kita akan menjadi mudah. Sehingga penting bagi kita untuk selalu memperbaiki hubungan kita kepada Allah. Mulai dari ibadah keseharian kita, shalat kita, dzikir, tilawah, infaq, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan lain sebagainya.

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah, kita juga perlu untuk memperbaiki hubungan dengan manusia. Bagaimana pun kita harus membuat diri kita menjadi pribadi yang dicintai oleh orang-orang di sekitar kita. Kita harus dapat menjadi orang yang senang membantu orang lain sesuai kapasitas kita, mau mendengarkan orang lain, berhati-hati dalam berbicara, dan sebagainya. Kita juga harus berusaha membuat diri ini memiliki nilai manfaat bagi banyak orang. Karena sebaik-baik manusia pun ia yang bermanfaat bagi orang-orang sekitarnya. Sehingga dengan semangat memperbaiki diri dan bermanfaat bagi orang lain inilah yang akan membuat kita akan selalu berusaha untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Amiin. Wallahu’alam bish shawaab...


Nasihat untuk diri saya pribadi yang utama, serta untuk teman-teman sebimbingan : Fahmi, Ela, Dika, Velly, Meyta, dan Wenny.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar