Bismillah... Ayat yang akan jadi bahan kultum di lingkaran saya malam ini...
QS. Saba (34) : 46-50
46. Katakanlah, “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kalian dengan suatu
hal saja, yaitu supaya kalian menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau
sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan, tidak ada kegilaan pada sahabat
kalian itu. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian
sebelum (menghadapi) azab yang keras.”
Qul (katakanlah) kepada orang-orang kafir Mekah, hai
Muhammad!
Innamā
a‘izhukum bi wāhidatin (Sesungguhnya
aku hendak memperingatkan kalian dengan suatu hal saja), yakni dengan satu
kalimah saja, yaitu kalimat lā ilāha
illallāh (tidak ada Tuhan selain Allah). Ini sama saja dengan seseorang
yang berkata kepada orang lain, “Kemarilah, saya akan menyampaikan satu kalimat
kepadamu,” tetapi pada kenyataannya ia berbicara lebih banyak daripada itu.
Aη
taqūmū lillāhi matsnā wa furādā tsumma tatafakkarū (yaitu supaya kalian menghadap Allah [dengan
ikhlas] berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan), apakah
Muhammad saw. itu seorang penyihir, pendusta, atau orang gila. Kemudian Allah
Ta‘ala Berfirman:
Mā
bi shāhibikum (tidak ada pada sahabat
kalian itu), yakni pada Nabi kalian.
Miη
jinnatin in huwa (kegilaan. Dia
tidak lain), yakni Muhammad saw. itu tidak lain.
Illā
nadzīrun (hanyalah seorang
pemberi peringatan), yakni seorang rasul yang menyampaikan ancaman.
Lakum
baina yadai ‘adzābiη syadīd (bagi
kalian sebelum [menghadapi] azab yang keras) pada hari kiamat, sekiranya mereka
tidak beriman.
47. Katakanlah, “Apa pun upah yang aku mintakan kepada kalian, maka itu
untuk kalian. Tiadalah upahku melainkan dari Allah. Dan Dia Maha Menyaksikan
segala sesuatu.”
Qul (katakanlah), hai Muhammad!
Mā
sa-altukum min ajrin (Apa pun upah
yang aku mintakan kepada kalian), yakni bayaran apa pun.
Fa
huwa lakum in ajriya (maka itu untuk
kalian. Tiadalah upahku), yakni tiadalah pahalaku.
Illā
‘alallāhi wa huwa ‘alā kulli syai-iη syahīd
(melainkan dari Allah. Dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu), yakni Maha
Mengetahui semua perbuatan kalian.
48. Katakanlah, “Sesungguhnya Rabb-ku mewahyukan kebenaran. (Dia) Maha
Mengetahui segala yang gaib.”
Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!
Inna
rabbī yaqdzifu bil haqqi (Sesungguhnya
Rabb-ku mewahyukan kebenaran), yakni menjelaskan kebenaran dan memerintahkan
pada kebenaran.
‘Allāmul
ghuyūb ([Dia] Maha Mengetahui
segala yang gaib), yakni Allah Ta‘ala Mengetahui apapun yang tersembunyi dari
seorang hamba.
49. Katakanlah, “Kebenaran telah datang, dan yang batil tidak dapat memulai
dan tidak pula dapat mengulangi.”
Qul
jā-al haqqu (katakanlah, Kebenaran
telah datang), yakni Islam telah tampak, dan kaum Muslimin telah banyak.
Wa
mā yubdi-ul bāthilu (dan yang batil
tidak dapat memulai), yakni setan dan berhala-berhala itu tidak dapat
menciptakan (sesuatu).
Wa
mā yu‘īd (dan tidak pula dapat
mengulangi), yakni menghidupkan (sesuatu) sesudah mati.
50. Katakanlah, “Jika aku sesat, maka sesungguhnya aku sesat atas diriku
sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk, maka hal itu disebabkan apa yang
diwahyukan Rabb-ku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.”
Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!
Iη
dlalaltu (Jika aku sesat) dari
kebenaran dan petunjuk.
Fa
innamā adlillu ‘alā nafsi (maka
sesungguhnya aku sesat atas diriku sendiri), yakni hukuman atas kesesatan itu
merupakan tanggung jawabku.
Wa
inihtadaitu (dan jika aku mendapat
petunjuk) pada kebenaran dan petunjuk.
Fa
bi mā yūhī ilayya rabbī (maka hal itu
disebabkan apa yang diwahyukan Rabb-ku kepadaku), yakni karena aku mendapat
petunjuk.
Innahū
samī‘un (sesungguhnya Dia Maha
Mendengar) siapa pun yang memohon kepada-Nya.
Qarīb (lagi Maha Dekat) mengijabah orang-orang yang
mengesakan-Nya.
QS. Al Kahfi (18) : 13
13. Kami ceritakan berita tentang mereka kepadamu dengan benar.
Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah mereka, dan
Kami Tambahkan petunjuk kepada mereka.
Nahnu
naqushsu ‘alaika (Kami ceritakan
kepadamu), yakni Kami terangkan kepadamu.
Naba-ahum
(berita tentang mereka), yakni
informasi tentang mereka.
Bil
haqq (dengan benar), yakni
melalui al-Quran.
Innahum
fityatun āmanū bi rabbihim wa zidnāhum hudā (sesungguhnya
mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan
petunjuk kepada mereka), yakni Kami tambah kearifan mereka dalam (memahami) masalah
agama. Menurut satu pendapat, Kami teguhkan mereka dalam beragama. Menurut
pendapat yang lain, Kami kukuhkan mereka dalam keimanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar