Minggu, 08 Desember 2013

kepada para pemuda! (pernyataan Allah tentang Muhammad saw dan tugasnya)


Bismillah... Ayat yang akan jadi bahan kultum di lingkaran saya malam ini...

QS. Saba (34) : 46-50

46. Katakanlah, “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kalian dengan suatu hal saja, yaitu supaya kalian menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan, tidak ada kegilaan pada sahabat kalian itu. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian sebelum (menghadapi) azab yang keras.”

Qul (katakanlah) kepada orang-orang kafir Mekah, hai Muhammad!
Innamā a‘izhukum bi wāhidatin (Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kalian dengan suatu hal saja), yakni dengan satu kalimah saja, yaitu kalimat lā ilāha illallāh (tidak ada Tuhan selain Allah). Ini sama saja dengan seseorang yang berkata kepada orang lain, “Kemarilah, saya akan menyampaikan satu kalimat kepadamu,” tetapi pada kenyataannya ia berbicara lebih banyak daripada itu.
Aη taqūmū lillāhi matsnā wa furādā tsumma tatafakkarū (yaitu supaya kalian menghadap Allah [dengan ikhlas] berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kalian merenungkan), apakah Muhammad saw. itu seorang penyihir, pendusta, atau orang gila. Kemudian Allah Ta‘ala Berfirman:
Mā bi shāhibikum (tidak ada pada sahabat kalian itu), yakni pada Nabi kalian.
Miη jinnatin in huwa (kegilaan. Dia tidak lain), yakni Muhammad saw. itu tidak lain.
Illā nadzīrun (hanyalah seorang pemberi peringatan), yakni seorang rasul yang menyampaikan ancaman.
Lakum baina yadai ‘adzābiη syadīd (bagi kalian sebelum [menghadapi] azab yang keras) pada hari kiamat, sekiranya mereka tidak beriman.

47. Katakanlah, “Apa pun upah yang aku mintakan kepada kalian, maka itu untuk kalian. Tiadalah upahku melainkan dari Allah. Dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu.”

Qul (katakanlah), hai Muhammad!
Mā sa-altukum min ajrin (Apa pun upah yang aku mintakan kepada kalian), yakni bayaran apa pun.
Fa huwa lakum in ajriya (maka itu untuk kalian. Tiadalah upahku), yakni tiadalah pahalaku.
Illā ‘alallāhi wa huwa ‘alā kulli syai-iη syahīd (melainkan dari Allah. Dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu), yakni Maha Mengetahui semua perbuatan kalian.

48. Katakanlah, “Sesungguhnya Rabb-ku mewahyukan kebenaran. (Dia) Maha Mengetahui segala yang gaib.”

Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!
Inna rabbī yaqdzifu bil haqqi (Sesungguhnya Rabb-ku mewahyukan kebenaran), yakni menjelaskan kebenaran dan memerintahkan pada kebenaran.
‘Allāmul ghuyūb ([Dia] Maha Mengetahui segala yang gaib), yakni Allah Ta‘ala Mengetahui apapun yang tersembunyi dari seorang hamba.

49. Katakanlah, “Kebenaran telah datang, dan yang batil tidak dapat memulai dan tidak pula dapat mengulangi.”

Qul jā-al haqqu (katakanlah, Kebenaran telah datang), yakni Islam telah tampak, dan kaum Muslimin telah banyak.
Wa mā yubdi-ul bāthilu (dan yang batil tidak dapat memulai), yakni setan dan berhala-berhala itu tidak dapat menciptakan (sesuatu).
Wa mā yu‘īd (dan tidak pula dapat mengulangi), yakni menghidupkan (sesuatu) sesudah mati.

50. Katakanlah, “Jika aku sesat, maka sesungguhnya aku sesat atas diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk, maka hal itu disebabkan apa yang diwahyukan Rabb-ku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.”

Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!
Iη dlalaltu (Jika aku sesat) dari kebenaran dan petunjuk.
Fa innamā adlillu ‘alā nafsi (maka sesungguhnya aku sesat atas diriku sendiri), yakni hukuman atas kesesatan itu merupakan tanggung jawabku.
Wa inihtadaitu (dan jika aku mendapat petunjuk) pada kebenaran dan petunjuk.
Fa bi mā yūhī ilayya rabbī (maka hal itu disebabkan apa yang diwahyukan Rabb-ku kepadaku), yakni karena aku mendapat petunjuk.
Innahū samī‘un (sesungguhnya Dia Maha Mendengar) siapa pun yang memohon kepada-Nya.
Qarīb (lagi Maha Dekat) mengijabah orang-orang yang mengesakan-Nya.


QS. Al Kahfi (18) : 13

13. Kami ceritakan berita tentang mereka kepadamu dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah mereka, dan Kami Tambahkan petunjuk kepada mereka.

Nahnu naqushsu ‘alaika (Kami ceritakan kepadamu), yakni Kami terangkan kepadamu.
Naba-ahum (berita tentang mereka), yakni informasi tentang mereka.
Bil haqq (dengan benar), yakni melalui al-Quran.
Innahum fityatun āmanū bi rabbihim wa zidnāhum hudā (sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka), yakni Kami tambah kearifan mereka dalam (memahami) masalah agama. Menurut satu pendapat, Kami teguhkan mereka dalam beragama. Menurut pendapat yang lain, Kami kukuhkan mereka dalam keimanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar